Minggu, 12 Juni 2011

Film Dokumenter OPERA BATAK

Judul : "Opera Batak" teater rakyat Batak dalam cerita...
Durasi : 26 menit
Sutradara : Andi Hutagalung
Gendre : Film Dokumenter
Produksi : UMATICfilms | copyright2011

sinopsis : Sejak tahun 1920-an Opera Batak mewarnai kehidupan masyarakat Sumatera Utara selama 60 tahun. Seni pertunjukan kreasi Tilhang Oberlin Gultom ini hadir melalui pementasan keliling. Bahkan sampai ke Sumatera Barat, Riau, dan Jakarta. Kemajuan teknologi komunikasi dan dunia hiburan di akhir tahun 1980 kemudian menghentikan kelompok-kelompok Opera Batak.

Powered by : UMATIC STUDIO & PLOt

Sabtu, 24 Juli 2010

KORBAN, BERKORBAN DAN MENGORBANKAN

PENGUMUMAN

Berdasarkan hasil penilaian babak kualifikasi lomba produksi acara televisi 48 tahun TVRI, telah ditetapkan 11 (sebelas) nominasi untuk kategori FILLER :

Judul : Dunia Pembelajaran Etika Moral dan Budi Pekerti
Produksi : AA. Ngurah Bagus Kesuma Yudha

Judul : Kejujuran
Produksi : LSPR TV – STIKOM The London School Of Public Relations

Judul : Jangan Biarkan Kami Jadi Spesies Langka
Produksi : TVRI Stasiun Kalimantan Tengah

Judul : Hormatku
Produksi : UKM Sinematografi Kampus C Mulyorejo, UNAIR Surabaya

Judul : Kita Sehat Bumi Selamat
Produksi : TVRI Stasiun Sumatera Utara (Pramuji Silalahi)

Judul : Pelangi Di Antara Bakau
Produksi : TVRI Stasiun Sulawesi Utara

Judul : Bersyukur dan Bermanfaat
Produksi : TVRI Stasiun Sumatera Utara

Judul : Korban, Berkorban dan Mengorbankan
Produksi : UMATIC STUDIO (Andi Parulian Hutagalung)

Judul : Ikhlas
Produksi : TVRI stasiun Kalimantan Timur

Judul : Kejujuran Yang Diterapkan Akan Lebih Bernilai Dari Apapun
Produksi : LSPR TV-STIKOM The London School Of Public Relations

Judul : Pemimpin
Produksi : UKM Sinematografi Kampus C Mulyorejo UNAIR Surabaya

Untuk mengetahui para pemenang yang lolos seleksi nominasi, nantikan pengumumannya melalui website : www.tvri.co.id

Jakarta, 22 Juli 2010
Ketua Pelaksana Lomba

Amos Ginting
(sumber www.tvri.co.id)


KORBAN, BERKORBAN DAN MENGORBANKAN

Kita semua mengerti dan paham akan kata korban. Tetapi arti dari kata tersebut akan mengandung makna yang berbeda ketika ada penambahan imbuhan-imbuhan. Di dalam video yang berdurasi satu menit dua puluh sembilan detik ini kami mencoba untuk menjabarkannya lewat sebuah tampilan dari gabungan video dan foto dokumentasi yang singkat tentang makna dari isu yang saat ini sedang naik daun “global warming”. Di dalam video ini juga lebih difokuskan kepada daerah Sumatera Utara, umumnya Indonesia. Mengapa?


Indonesia adalah Negara yang memiliki salah satu hutan terluas, sehingga Indonesia dapat di kategorikan sebagai paru-paru dunia. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi sangat menyedihkan, di mana kasus illegal loging masih terjadi dengan indahnya, polusi udara yang disebabkan asap kendaraan bermotor menjadi pemandangan sehari-hari masyarakatnya. Sehingga mimpi dan cita-cita tentang “Stop Global Warming” dan sebagainya hanya menjadi alat bagi segelintir orang yang akhirnya terkesan memiliki kepentingan terselubung.


Peran pemerintah dalam hal ini hanya menjadi agenda tahunan diatas kertas. Bahkan yang memiliki peran penting dalam hal ini adalah kita sendiri sebagai masyarakat. Kesadaran yang merupakan kunci pokok hanyalah angan-angan belaka, bagaimana tidak? Di balik santernya pembicaraan tentang kesadaran akan dampak dari pemanasan global yang nantinya akan memberi dampak yang sangat mengerikan di dunia ini masih dipandang sebelah mata. Contohnya, kita semua tahu penebangan hutan baik itu legal ataupun illegal, penyebaran produk-produk kendaraan bermotor baik itu yang ramah lingkungan maupun tidak masih tetap ditawarkan kepada masyarakat, yang lebih menyedihkan lagi, hanya dengan bermodalkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) para pengusaha yang bergerak di bidang “PEMBELAJARAN UTANG SEJAK DINI” memberikan keleluasaan untuk berkredit kendaraan bermotor kepada masyarakat. Dan sampah? Lebih baik tidak usah kita bahas (lihat saja sendiri kenyataannya).


Hal-hal inilah yang membiaskan makna dari GLOBAL WARMING tersebut, dan akhirnya keputusanlah yang akan kita pertaruhkan. Korban, Berkorban dan Mengorbankan adalah sesuatu yang lumrah dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara. Kepentingan-kepentingan para investor, pengembang, pengusaha, pemerintah tidak sedikit yang mengorbankan kepentingan rakyatnya. Mimpi-mimpi yang ditawarkan kepada masyarakat oleh pihak-pihak tersebut di atas menjadikan masarakat rela untuk berkorban demi mimpi indah yang semu tersebut.


Akhirnya timbul sebuah pertanyaan besar, mengapa hal ini dapat terjadi? Jawabannya adalah KESEJAHTERAAN yang diinginkan oleh banyak pihak baik itu pengusaha, pengembang, pemerintah bahkan masyarakat itu sendiri menjadikan kita lebih cenderung mengambil jalan pintas dengan mengorbankan, berkorban ataupun menjadi korban dari itu semua.


Apakah isu tentang Gobal Warming ini harus kita selesaikan dengan cara menunggu KIAMAT? Atau kita akan sadar ketika UANG sudah tidak lagi menjadi alat tukar karena pepohonan dan logam-logam yang menjadi bahan dasarnya sudah habis terkuras?


Tim Produksi :

Producer Andi P. Hutagalung, Director/script writer Wendy Darmawan, Cameraman Andi P. Hutagalung, Narattor Wendy Darmawan, Editor Eric Murdianto, Illustration Music DJ Whu, Director of Photography Eric Murdianto, Penata Rias Wendy Darmawan, Design Graphyc Dino, Team Creative Riza Ramadani & T. B. Utayo, Cast Pocong/Jasmiadi (Young Bou), Manager Produksi Fasha Maulana, Durasi 1.29 Menit, Produksi UMATIC-STUDIO@2009